Sunday, 3 July 2011

kembali pada-Nya

Hidup itu untuk akhiratLiving here for the hereafter. Permulaan yang berpaksikan pengakhiran takkan bawa pada kesesatanBegin with the ending in mind.   Dan bahawasanya kepada Tuhanmulah kesudahan segala sesuatu [an-Najm : 42]
 Orang beriman yang menjalani setiap saat dalam kehidupan dunianya sesuai dengan ajaran Al Qur’an tidak akan membiarkan pikirannya dikuasai oleh pikiran yang tidak berguna dan tidak masuk akal selama perjalanan.  Dia mengarahkan perhatiannya pada hal dan peristiwa yang dapat dia renungkan dengan mendalam. Orang beriman melihat hari di hadapannya sebagai kesempatan untuk meraih cinta dan ridha Allah serta untuk mendapatkan Surga.  Untuk itu dia perlu bekerja keras melakukan pekerjaan yang baik.  Bagaimanapun sibuknya, dia tetap waspada agar tidak lalai dari mencari ridha Allah.  Dia meneladani doa Nabi Sulayman AS, sebagaimana difirmankan dalam ayat ke-19 Surat An Naml, dengan harapan bahwa Allah akan memberinya petunjuk dalam kegiatannya sepanjang hari: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. " (QS An Naml, 27:19)
Orang yang beriman mengatur seluruh hidupnya sesuai dengan Al Qur’an dan berjuang untuk melaksanakan dengan hati-hati setiap hari apa yang telah dia baca dan pelajari dari ayat-ayat Al Qur’an. Dalam segala perbuatannya sejak bangun di pagi hari sampai tidur di malam hari, dia berniat untuk berpikir, berbicara, dan bertindak berdasarkan ajaran Al Qur’an. Allah menunjukkan dalam Al Qur’an bahwa pengabdian seperti ini menjadi ciri utama seluruh kehidupan orang beriman.Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS Al An'am, 6:162)


May Allah Bless


0331:03072011